Tampilkan postingan dengan label Digelar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Digelar. Tampilkan semua postingan
Rekonstruksi Pembunuhan Wanita dalam Kardus Digelar

Rekonstruksi Pembunuhan Wanita dalam Kardus Digelar

Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya akan menggelar rekonstruksi pembunuhan Hertati (35) dan anaknya ER (6) di Jl Poncol, Gang Salon No 141 RT 004/003, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara hari ini. Dalam rekonstruksi ini, dua tersangka Rahmat Awifi (26) dan Kris Bayudi (27) akan dihadirkan.

"Informasi dari penyidik Polda Metro Jaya, rekonstruksi akan dilakukan hari ini pukul 09.00 WIB," ujar kuasa hukum Kris, Jefri Kam melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis (8/12/2011) malam.

Tim advokasi dari LBH Mawar Saron akan mendampingi tersangka Kris dalam rekonstruksi tersebut. Adapun, rekonstruksi dilakukan untuk membuat terang suatu perkara.

Seperti diketahui, Rahmat ditangkap aparat Polda Metro Jaya pada Jumat (15/10/2011) lalu di tempat kerjanya di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Setelah membekuk Rahmat, polisi juga menciduk teman kerjanya, Kris. Tersangka Rahmat menuduh Kris telah ikut terlibat dalam pembunuhan Hertati dan ER.

Adapun, Rahmat membunuh Hertati lantaran merasa kesal karena diminta pertanggungjawaban atas kehamilan Hertati. Hertati saat itu diperkirakan tengah mengandung 2 bulan.

Rahmat membunuh Hertati dengan cara membekapnya hingga lemas dan kemudian menusuk perutnya dengan sebilah pisau. ER turut dihabisi setelah melihat ibunya tewas. Dalam keadaan sekarat, Rahmat kemudian menyodomi ER. Setelah itu, rahmat menyiramkan bensin dan membakar mayat ER.

Pada Jumat (14/10) siang, Rahmat kemudian membuang mayat Hertati dalam kemasan kardus televisi di di Jl Kurnia, Gang D, Koja, Jakarta Utara. Sementara mayat ER dibuang dalam kemasan koper di kawasan Cakung, Jakarta Timur pada Sabtu (15/10).

(mei/mok)


View the original article here

Pemerintah Tak Permasalahkan Pameran Batik yang Digelar Malaysia

Pemerintah Tak Permasalahkan Pameran Batik yang Digelar Malaysia

Jakarta - Malaysia akan menggelar acara Konvensi dan Pameran Batik Internasional Kuala Lumpur (KLIB) yang akan dimulai pada Jumat, 9 Desember mendatang. Bagaimana reaksi pemerintah melihat salah satu warisan budayanya yang sudah diakui UNESCO ini dijadikan ajang pameran?

"Nggak masalah, sepanjang itu tidak untuk diklaim," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif, Sapta Nirwandar, kepada detikcom, Rabu (7/12/2011).

Sapta merasa tidak ada yang salah dengan pameran itu. Dia yakin, dunia tetap mengakui jika batik adalah milik Indonesia.

Sapta kemudian memberi contoh kenapa dia tidak harus khawatir dengan aksi yang dilakukan Malaysia. Banyak makanan dari Jepang yang beredar di sini. Bahkan koki nya pun tak harus perlu didatangkan dari Jepang.

"Itu tidak masalah kan. Kalau untuk mempopulerkan, silakan saja," jelas Sapta.

Sapta sendiri belum mengetahui apakah pihak dari Indonesia juga diundang Malaysia dalam acara itu. Dia juga belum bisa memastikan apakah akan mengirim utusan untuk memantau acara itu.

Dalam acara itu nantinya akan diluncurkan buku yang menjabarkan industri batik Malaysia. Buku berjudul "Malaysian Batik: Reinventing a Tradition" itu akan diluncurkan pada 9 Desember.

Buku tersebut menceritakan asal mula batik, bahan-bahan, metode membatik dengan tangan dan cap serta motif-motif batik serta bagaimana batik Malaysia telah berubah menjadi kerajinan dengan cita rasa internasional. Buku tersebut menurut rencana akan diluncurkan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Abdullah Ahmad Badawi di gedung Kuala Lumpur Convention Centre.

Event tersebut akan menampilkan lebih dari 100 stan yang memajang produk-produk batik lokal dan internasional. Selain itu juga akan ada presentasi oleh 19 ahli batik di berbagai bidang serta pagelaran busana.

(mok/mei)


View the original article here

Rekonstruksi Pembunuhan Wanita dalam Kardus Digelar

Rekonstruksi Pembunuhan Wanita dalam Kardus Digelar

Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya akan menggelar rekonstruksi pembunuhan Hertati (35) dan anaknya ER (6) di Jl Poncol, Gang Salon No 141 RT 004/003, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara hari ini. Dalam rekonstruksi ini, dua tersangka Rahmat Awifi (26) dan Kris Bayudi (27) akan dihadirkan.

"Informasi dari penyidik Polda Metro Jaya, rekonstruksi akan dilakukan hari ini pukul 09.00 WIB," ujar kuasa hukum Kris, Jefri Kam melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis (8/12/2011) malam.

Tim advokasi dari LBH Mawar Saron akan mendampingi tersangka Kris dalam rekonstruksi tersebut. Adapun, rekonstruksi dilakukan untuk membuat terang suatu perkara.

Seperti diketahui, Rahmat ditangkap aparat Polda Metro Jaya pada Jumat (15/10/2011) lalu di tempat kerjanya di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Setelah membekuk Rahmat, polisi juga menciduk teman kerjanya, Kris. Tersangka Rahmat menuduh Kris telah ikut terlibat dalam pembunuhan Hertati dan ER.

Adapun, Rahmat membunuh Hertati lantaran merasa kesal karena diminta pertanggungjawaban atas kehamilan Hertati. Hertati saat itu diperkirakan tengah mengandung 2 bulan.

Rahmat membunuh Hertati dengan cara membekapnya hingga lemas dan kemudian menusuk perutnya dengan sebilah pisau. ER turut dihabisi setelah melihat ibunya tewas. Dalam keadaan sekarat, Rahmat kemudian menyodomi ER. Setelah itu, rahmat menyiramkan bensin dan membakar mayat ER.

Pada Jumat (14/10) siang, Rahmat kemudian membuang mayat Hertati dalam kemasan kardus televisi di di Jl Kurnia, Gang D, Koja, Jakarta Utara. Sementara mayat ER dibuang dalam kemasan koper di kawasan Cakung, Jakarta Timur pada Sabtu (15/10).

(mei/mok)


View the original article here

Pemerintah Tak Permasalahkan Pameran Batik yang Digelar Malaysia

Pemerintah Tak Permasalahkan Pameran Batik yang Digelar Malaysia

Jakarta - Malaysia akan menggelar acara Konvensi dan Pameran Batik Internasional Kuala Lumpur (KLIB) yang akan dimulai pada Jumat, 9 Desember mendatang. Bagaimana reaksi pemerintah melihat salah satu warisan budayanya yang sudah diakui UNESCO ini dijadikan ajang pameran?

"Nggak masalah, sepanjang itu tidak untuk diklaim," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif, Sapta Nirwandar, kepada detikcom, Rabu (7/12/2011).

Sapta merasa tidak ada yang salah dengan pameran itu. Dia yakin, dunia tetap mengakui jika batik adalah milik Indonesia.

Sapta kemudian memberi contoh kenapa dia tidak harus khawatir dengan aksi yang dilakukan Malaysia. Banyak makanan dari Jepang yang beredar di sini. Bahkan koki nya pun tak harus perlu didatangkan dari Jepang.

"Itu tidak masalah kan. Kalau untuk mempopulerkan, silakan saja," jelas Sapta.

Sapta sendiri belum mengetahui apakah pihak dari Indonesia juga diundang Malaysia dalam acara itu. Dia juga belum bisa memastikan apakah akan mengirim utusan untuk memantau acara itu.

Dalam acara itu nantinya akan diluncurkan buku yang menjabarkan industri batik Malaysia. Buku berjudul "Malaysian Batik: Reinventing a Tradition" itu akan diluncurkan pada 9 Desember.

Buku tersebut menceritakan asal mula batik, bahan-bahan, metode membatik dengan tangan dan cap serta motif-motif batik serta bagaimana batik Malaysia telah berubah menjadi kerajinan dengan cita rasa internasional. Buku tersebut menurut rencana akan diluncurkan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Abdullah Ahmad Badawi di gedung Kuala Lumpur Convention Centre.

Event tersebut akan menampilkan lebih dari 100 stan yang memajang produk-produk batik lokal dan internasional. Selain itu juga akan ada presentasi oleh 19 ahli batik di berbagai bidang serta pagelaran busana.

(mok/mei)


View the original article here

Kategori

Kategori